Blog STAPALA Pindah

Untuk penambahan Fasilitas FORUM DISKUSI, Blog KPA STAPALA pindah alamat ke stapala.ucoz.com

Posted in BPH 2009 | Tagged | Leave a comment

Bejo lagi

Hari telahberlalu sejak rekan kita meninggal, ada yang menerima rasa suka cita karena telah melaksanakan prosesi wisuda . .kemudian kembali berduka karena ayahnda dari sodara kita mennggal . .kemudian ceria lagi saat mendengarkan pengumuman penetapan instansi dan kelulusan D4 dan D3Khusus . .

tak cukup lama tertangkap nama yang tidak asing

masih ingat muka ceria ini?

Virus senyummu layak dijangkitkan di muka bumi hingga akhir jaman jo . . .

Awal yang baik tdk menjamin kelangsungan pertemanan sejati. Tapi akhir yang berkesan semoga bisa menjadi memori yang tdk terlupakan” Bejo – 647/SPA/2001

 

Posted in FOKSTA | Tagged , , | Leave a comment

Berita Duka

Innalillahi wainnailaihi roji’un
Telah meninggal dunia pagi  ini ayahanda dari

Choiril Rohman (Kutilang) 902/SPA/2010, mahasiswa Beacukai tingkat III,

dikarenakan sakit.
Rumah duka Jl. Kali Oyo, RT 4 RW 2 Tanjungsari, Kota Blitar Jatim.
Rencana dimakamkan hari ini juga, Selasa 19 Oktober 2010.

Dosko 802/2006

 



Posted in BPH 2009 | Tagged | Leave a comment

Mereka adalah orang-orang yang tangguh

Berikut wawancara Ekpedisi Lauser 2007 bersama Pimpinan pendakian : Jadmiko “Jaed” (780/SPA/2004)

Tanya

Tantangan terberat Ekspedisi Lauser ?

Jawab

Tantangan terberat dalam ekspedisi, menurut saya, adalah masalah semangat. Terutama ketika panitia belum memutuskan siapa anggota yang akan berangkat. Ketika panitia belum memutuskan apakah ekspedisi akan diteruskan atau tidak. Ketika semangat para calon atlet mengendur. Ketika kepedulian terhadap program bersama seakan luntur.

Saya yang sebetulnya panitia Ekspedisi memutuskan akan menjadi atlet sendiri. Saya harus menggerakan semangat Saya agar bisa menggerakan orang lain.Saya mulai dengan menulis di diari Stapala, pernyataan bahwa saya dengan sungguh-sungguh mencalonkan diri sebagai atlet Leuser.

Tantangan berikutnya adalah memaksa diri sendiri dan kawan-kawan calon atlet untuk berlatih. Sungguh berat ketika kita berlatih tanpa tahu apakah kita akan berangkat atau tidak. Saya mempunyai kaos oblong kumal warna putih yang sudah tidak putih lagi. Untuk menyemangati diri saya sendiri, saya menulisinya menggunakan spidol besar: “ATLET LEUSER in process”. Dengan kaos ini, saya lari-lari mengelilingi kampus.

Tanya

Apa sih mendorong team mengadakan ekspedisi Lauser ?

Jawab

Proyek Leuser sebenarnya sudah direncanakan sejak periode sebelumnya. Rencana kami, Leuser akan menjadi suatu batu loncatan dan penanda bahwa kegiatan pendakian extreme Stapala akan bangkit. Setelah satu dekade lebih pendakian gunung-gunung es berlalu, Stapala belum mengirimkan atletnya untuk mencicipi puncak-puncak gunung es. Harapan kami, agar setelah ini semangat untuk pendakian gunung-gunung ekstrem lain akan muncul. Jujur, alasan yang mendorong kami memilih Leuser, banyak dipengaruhi kepedulian Bang Febra “Pakdhe”. Beliau yang kebetulan saat itu bertugas di Kantor Bea Cukai Sabang, sangat intens menyemangati kami untuk mengadakan ekspedisi Leuser. Bahkan beliau sendiri melakukan survey untuk mencari info yang lebih akurat. Semangat beliau itulah yang mendorong kami untuk terus maju. Masa’ senior yang sudah tidak dikampus bersemangat, kami yang di kampus malah loyo??

Tanya

Kenangan paling berkesan ?

Jawab

Masih terekam jelas, Ekspedisi Leuser bertepatan dengan libur kuliah. Untuk saya yang tingkat tiga, saya terpaksa tidak mengikuti yudisium (yudisium diwakili Irwansyah “Gatot” Setia Negara yang mengaku bernama Jatmiko, hahaha). Sedangkan bagi rekan tim yang lain, yang tingkat dua merupakan waktu yang mendebarkan untuk mendengar pengumuman apakah mereka lulus dan naik ke tingkat tiga atau sebaliknya. Momok paling menakutkan bagi mahasiswa STAN. Drop Out.

Saat itu, pendakian memasuki hari ke-12 dan tim berada di Puncak Loser. Kami mendapatkan informasi, salah seorang dari team Kami, Arsi Aditya “V-Jay”, drop out. Walau sempat kuatir, ternyata V-Jay adalah pria tangguh. Beberapa bulan kemudian ia diterima di Akademi Imigrasi.

Kenangan satu lagi adalah dan yang membuat tak terlupakan adalah ketika pendakian telah selesai dan Saya harus secepatnya kembali ke Jakarta untuk mengikuti prosesi wisuda. Saya baru bertemu dengan kedua orang tua pada jam 3 pagi (orang tua Saya tidak bisa tidur), untuk kemudian berangkat menuju wisuda jam setengah 6 pagi. Luar biasa.

Tanya

Apa arti kawan satu team buat Kamu ?

Jawab

Bagi saya pribadi, kawan-kawan satu tim adalah satu saudara. Kami tiap malam tidur bersama dalam satu tenda. Dan percayalah, ketika anda tidur satu tenda bersama seseorang di malam yang dingin sementara angin badai menderu-deru di luar, anda akan menemukan seorang kawan yang akan bercerita dari hati ke hati.Mereka adalah orang-orang yang tangguh. Dan anda pun akan menemukan diri anda yang sebenarnya di dinginnya gunung.

Tanya

Bagaimana Support yang Kamu terima ketika pendakian ?

Jawab

Support yang yang kami terima sangat luarbiasa! Dari kawan-kawan pengurus BPH. Dari senior-senior Stapala. Luar biasa.

Tanya

Ada hal lain yang menarik ?

Jawab

Ketika Kami mencapai yang dinamakan puncak Lauser (menurut Pak Ali Guide), Kami memperhatikan ada puncak satu lagi itu terpisah oleh suatu jurang terjal dengan tempat kami berdiri. Kami tidak bisa memastikan mana puncak sebenarnya karena peta dan GPS tertinggal di tenda.

Ketika sore harinya di cek, Ya Tuhan, benar. Hari itu kami hanya mendapat puncak palsu. Puncak sejati adalah yang di sebelah barat dari puncak yang kami daki. Dalam lelah dan penat kami rapat. Kami memutuskan untuk kembali mendaki puncak esok harinya.Bukan keberanian tanpa akal sehat yang kami lakukan. Namun keberanian dengan perhitungan cermat. Mendaki ke puncak sekali lagi adalah keputusan kami. Puncak sejati Gunung Lauser.

Hanya berkat rahmat Tuhan Yang Maha Pemurah-lah kami bisa mencapai puncak sejati keesokan harinya dan sampai di bawah lagi lima hari kemudian.

8. Tim Ekspedisi Leuser

  1. Jatmiko Edhi Suminar “Jaed”                        780 spa 2004
  2. Reza Dias “Reman”                                       793 spa 2006
  3. Naratama Hermawan                                     795 spa 2006
  4. Arsi Aditya “V-Jay”                                      796 spa 2006
  5. Dwi Udiktya Pranowo Sapto            “Udik”                        788 spa 2006
  6. Sebastian Napitupulu “Kadal”                      789 spa 2006

Semoga bermanfaat dan dapat membantu.

Warm regard

artikel yang sama dapat diteukan di stapalastan.wordpress.com tautan terkait di sini

Posted in Ekspedisi | Tagged , , | Leave a comment

Selamat Wisudawan/wati . . anda resmi menjadi FOKSTA

Dengan diwisudanya ente semua, secara resmi ente semua beralih status menjadi FOKSTA . . . ditunggu sepak terjangnya di luar sana . . jangan lupa oleh-olehnya ya . . .

Sedikit cerita tentang ritual wisudanya anak stapala dari masa ke masa . . yang lain dan tidak bukan adalah proses ‘menyiksa’ diri sendiri, sebuah rasa syukur atas hasil dari sebuah akhir walauun awal dari sebuah makna yang tidak pernah berakhir . . Maksudnya? terjemahkan sendiri . . hahah, yang pasti kapan lagi push up pake make up . . . di area yang bikin orang geleng-geleng kepala . . .

beduwe . . jarang-jarang liyat anak stapala apada necis . .

sampe ada yang ngabur dari kantor . . .

Masih ada Ritual Akhir setelah ini . . .Wisuda Pantai . . . (nge, jadi kagak?)

Posted in FOKSTA | Tagged , | Leave a comment

Forum Komunikasi Stapala Alumni STAN ( Foksta)

Awal terbentuknya Foksta tdak dapat dipisahkan dari adanya kegiatan sarasehan alumni tahun 1994 di Jogjakarta.

Sarasehan alumni yang dihadiri alumni angkatan 1987-1991 di ilhami oleh alumni-alumni yang sering nongkrong di Jogja, antara lain Joko Teguh santoso (153/SPA/88) domisili Jogjakarta, Indra Jabrix (263/SPA/90) domisili Malang, Agus Subagyo Gustav (166/SPA/88) domisili Surabaya, Israwan Nugroho (196/SPA/89) domisili Pekalongan, dan lain-lain. Sebagian alumni mulai memikirkan keberadaan alumni yang prosentasenya jauh lebih besar dibanding anggota stapala yang masih berstatus mahasiswa.

Alumni menjadi potensi yang dapat dioptimalkan lebih lanjut. Kondisi lain, adalah terputusnya komunikasi antar generasi, sebagian besar disebabkan penempatan pegawai depkeu ke seluruh Indonesia. Untuk menjembatani komunikasi antar anggota yang di dalam dan di luar kampus secara berkesinambungan dibentuk suatu wadah. Peserta sarasehan pertama tahun 1994 sepakat untuk membentuk Forum Komunikasi Stapala Alumni (Foksta).

Menjadi kesepakatan peserta sarasehan pertama, Foksta adalah wadah yang tidak secara formal masuk ke dalam struktur organisasi Stapala. Secara formal keberadaan Foksta masuk dalam struktur organisasi adalah pada tahun 1998 ketika perwakilan alumni masuk dalam jajaran anggota majelis Pertimbangan Stapala. Anggota MP terbagi dua yaitu perwakilan mahasiswa dan alumni.

Pada tahun 1994-1998 Foksta dikordinir oleh Ketua Majelis Pertimbangan (MP) Stapala. Kordinator Foksta yang pertama adalah Ikhwan Sopha (204 /SPA/ 1990). Foksta kemudian sempat timbul tenggelam sampai terpilihnya kordinator Foksta kolektif yang dipilih oleh peserta sarasehan 1998 di Cisarua yang terdiri dari Amun Jogasara (048/SPA/85), Indra Jabrix (263/SPA/90), Aris Handaru, Dadang Sofyan, dan Iwan Handoko. Ketika setahun kemudian kordinator kolektif tersebut diganti kordinator kolektif yang baru, Foksta tidak lagi mempunyai aktivitas. Tahun 2003 Foksta kembali aktif ketika Dandossi Matram (101/SPA/85) terpilih sebagai Ketua Foksta dan masih memimpin sampai dengan sekarang.

Program rutin foksta adalah mengadakan acara sarasehan yang merupakan kegiatan tahunan. Sarasehan pada awalnya dibuat sebagai media reuni untuk stapala alumni , pada pelaksanaannya kemudian juga membahas msalah-masalah seputar stapala, termasuk agenda-agenda yang akan dibawa ke RAT Stapala. Berdasarkan kesepakatan awal, sarasehan diupayakan dilaksanakan diluar kampus. Sampai saat ini sarasehan telah diadakan sebanyak 10 kali yaitu :

  1. Tahun 1994 di Kaliurang, Jogjakarta
  2. Tahun 1995 di Tretes, Pasuruan
  3. Tahun 1996 di Jakarta
  4. Tahun 1997 di Megamendung Bogor
  5. Tahun 1998 di Cisarua, Bogor
  6. Tahun 1999 di Cibogo, Bogor
  7. Tahun 2003 di Cikaretek, Pancawati Bogor
  8. Tahun 2005 di Pandaan Pasuruan
  9. Tahun 2006 di Lembang, Bandung
  10. Tahun 2008 di Kaliurang Jogjakarta

Foksta saat ini sangat aktif men support kegiatan-kegiatan Stapala. Foksta kemudian diformalkan dalam bentuk yayasan foksta. Tahun 2007 dibentuk Badan Diklat (Badik) Stapala yang dikomandani Heliantono Assue (057/SPA/85) sebagai bentruk kongkrit bantuan Foskta ke BPH Stapala. Tahun 2008 terbentuk PPAS (Perhimpunan Pencinta Alam Stapala) yang merupakan Badan Usaha atau unit Usaha stapala yang berbadan hukum, diketuai oleh Indra jabrix (263/SPA/90). Selain itu Foksta membantu dengan aktivitas-aktivitas yang belum dilakukan BPH Stapala seperti kordinasi alumni, Pembuatan dan pemeliharaan website Stapala.com, Organizing kegiatan-kegiatan alumni STAN, kegiatan informal seperti pertandingan sepakbola, dan lain-lain.

K epengurusan foksta di Jakarta saat ini dibantu oleh kordinator-kordinator wilayah di seluruh Indonesia. Mereka lah selama ini yang mengkoordinir aktivitas-aktivitas kegiatan, undangan, penyambung lidah, pengumpulan dana, dan lain-lain. Sebagian dari mereka berpindah-pindah yang kadang sulit atau terlambat untuk di lacak, sebagian lagi adalah kordinator tetap di wilayahnya seperti Agus Subagyo (gustav) 166/SPA/90 untuk wilayah Jawa Timur.

Keberadaan mereka di daerah juga otomatis menjadi rumah singgah bagi petualang-petualang Stapala muda. Rumah anggota Stapala adalah tempat menginap gratis bagi adik-adik juniornya yang singgah, sudah menjadi kesepakatan implisit seluruh anggota Stapala.

Kepengurusan Pusat FOKSTA saat ini

Ketua                           : Dandossi Matram (101/SPA/85)

Wakil Ketua                 : Indra Jabrix (263/SPA/90)

Sekretaris Jenderal     : Sarjono (432 /SPA/ 1994)

Bendahara                  : Heliantono (057/SPA/85)

Eksekutor                    : Buchori Nahar (237/SPA/90)

Sumber : stapalastan.wordpress.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pendaftaran Diklat STAPALA 2011

Formulir pendaftaran bisa didownload di sini. Informasi lebih lanjut bisa

  1. datang ke Posko STAPALA di area Plasa  Mahasiswa
  2. menghubungi Anggota Kami di Pos Informasi di Area Kanopi Taman CD
  3. Menghubungi Nomor Posko STAPALA di 021 – 7371171
  4. Menghubungi CP Regis  : Plaki – 081574791264 atau Adhe – 085810511000/081354491666

Jika ingin mengenal lebih dekat dari sejarah hingga cerita dari masa lalu hingga masa kini bisa membuka Blog kami di stapalastan.wordpress.com dan kegiatan anggota di kepengurusan 2009-2010 di kpastapala.wordpress.com

Panitia DIKLAT STAPALA 2011

Posted in BADIK, BPH 2009 | Tagged | Leave a comment